Boyolali, 7 Juni 2026 – Dalam rangka mewujudkan visi program studi yang unggul dan berdampak langsung pada masyarakat, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Pendidikan Akuntansi UNS sukses menyelenggarakan kegiatan workshop dan pendampingan bertajuk “Pendampingan Pencatatan Akuntansi Pada UMKM Pepaya Lokal di Desa Pager Jurang Boyolali“.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh hasil riset internal yang menunjukkan adanya knowledge gap yang signifikan pada pelaku usaha mikro terkait tata kelola keuangan yang akuntabel. Tanpa adanya laporan keuangan yang valid, pelaku UMKM kesulitan mengukur performa bisnis riil serta mengalami asimetri informasi saat berhadapan dengan institusi keuangan (perbankan).
Metode dan Pendekatan Strategis Berbeda dengan sosialisasi searah yang sering kali tidak membekas, program ini menerapkan metode Experiential Learning dan Active Mentoring. Kegiatan dibagi menjadi tiga tahapan utama:
- Focus Group Discussion (FGD) & Pemaparan Materi: Memberikan pemahaman mendasar mengenai konstruksi laporan keuangan sederhana.
- Praktek dan Simulasi Digital: Migrasi pencatatan dari sistem manual ke platform digital berbasis aplikasi, guna meminimalisir human error dan mempercepat penyusunan laporan laba-rugi secara real-time.
- Asistensi Lapangan: Mahasiswa dilibatkan secara aktif sebagai fasilitator pendamping. Hal ini sekaligus menjadi implementasi program Project-Based Learning yang mengasah soft skills serta problem-solving mahasiswa di dunia nyata.
Dampak dan Keberlanjutan (Sustainability) Melalui dokumentasi video ini, terlihat antusiasme dan komitmen tinggi dari para pelaku usaha wanita dan pemuda di Desa Pagerjurang. Output jangka pendek dari kegiatan ini adalah kemampuan mitra dalam menghasilkan laporan posisi keuangan mandiri. Secara jangka panjang, data keuangan yang tersentralisasi dan digital ini diharapkan mampu menaikkan kelas (upgrading) UMKM Boyolali agar memiliki daya saing komparatif dan kompetitif.
Kegiatan PkM ini sekaligus menjadi bukti komitmen prodi dalam mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, khususnya IKU 2 (Mahasiswa Mendapat Pengalaman di Luar Kampus) dan IKU 5 (Hasil Kerja Dosen Digunakan oleh Masyarakat).





