

Minggu, 25 Januari 2026 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan pertemuan daring (Zoom Meeting) kick-off Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional bersama PCIM Jepang dan mitra media Prime News. Program pengabdian ini berfokus pada dua isu krusial, meliputi “Green Economy dan Arah Baru Bisnis Berkelanjutan”, serta “Mindful Spending: Bijak Berbelanja dengan Penuh Kesadaran” dalam konteks kehidupan diaspora di negara maju. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat, baik di Indonesia maupun di luar negeri.
Pada sesi “Green Economy dan Arah Baru Bisnis Berkelanjutan”, Prof. Dr. Susilaningsih, M.Bus (UNS) memaparkan konsep Green Economy dan Circular Economy sebagai arah baru pembangunan dan bisnis berkelanjutan. Materi menekankan bahwa krisis iklim, degradasi lingkungan, dan penipisan sumber daya alam merupakan konsekuensi langsung dari perilaku manusia dan model ekonomi yang eksploitatif. Oleh karena itu, pertumbuhan ekonomi tidak lagi cukup diukur dari profit semata, melainkan harus mempertimbangkan kesejahteraan manusia dan keberlanjutan ekosistem.
Paparan tersebut juga menggarisbawahi prinsip-prinsip ekonomi hijau, seperti keadilan antargenerasi, efisiensi sumber daya, perlindungan ekosistem, serta pentingnya institusi yang akuntabel dan kolaboratif. Contoh-contoh praktik ekonomi sirkular, mulai dari pengelolaan limbah berbasis 5R, pemanfaatan minyak jelantah, eco-enzyme, hingga pertanian regeneratif.
Sementara itu pada sesi “Mindful Spending: Bijak Berbelanja dengan Penuh Kesadaran”, Dr. Sri Sumaryati, S.Pd., M.Pd (UNS) mengangkat isu navigasi finansial diaspora Indonesia di Jepang melalui pendekatan mindful spending. Materi ini relevan dengan realitas sosial diaspora yang hidup di tengah tekanan gaya hidup, budaya konsumsi tinggi, dan pengaruh lingkungan urban Jepang. Peserta diajak memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, serta pentingnya menyelaraskan pengeluaran dengan nilai hidup dan tujuan jangka panjang.
Melalui studi kasus nyata diaspora Indonesia di Tokyo, peserta memperoleh gambaran praktis bagaimana perubahan kecil dalam kebiasaan belanja, seperti membawa bekal dan mencatat pengeluaran dapat berdampak signifikan pada stabilitas keuangan dan kesejahteraan psikologis. Pendekatan ini sejalan dengan nilai efisiensi dan kesadaran finansial yang juga menjadi bagian dari budaya Jepang.
Kolaborasi UNS, UMS, dan PCIM Jepang ini menekankan peran perguruan tinggi tidak hanya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga aktif dalam membangun kapasitas masyarakat global. Program ini diharapkan menjadi model pengabdian kepada masyarakat kemitraan internasional yang menghadirkan solusi nyata, berdampak, relevan, dan berkelanjutan.




